PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun mengajak masyarakat untuk memasang PLTS Atap, karena selain mendukung program energi bersih yang bersumber dari energi terbarukan. Pemasangan PLTS Atap juga dapat menghemat tagihan listrik bulanan, hampir semua gedung di Kementerian ESDM telah memasang PLTS Atap, salah satunya Gedung Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM, Jalan Pegangsaan Timur Jakarta Pusat.

PLTS Atap berkapasitas 20 kilo Watt peak (kWp) yang telah dipasang sejak 2015 tersebut memiliki kapasitas puncak 20.160 Watt per hari dengan pengisian baterai selama 4 jam. “Dengan memanfaatkan luas lahan sekitar 40 meter persegi, kapasitas 20 kWp yang dipasang di atap Gedung Ditjen EBTKE mampu untuk menyalakan lampu bagi 8 lantai di bawahnya,” ungkap Sekretaris Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, di Jakarta. “Saya berharap, gedung-gedung Pemerintah, Lembaga, Swasta maupun komersial, khususnya di Jakarta segera mendukung percepatan PLTS Atap ini, karena 20% saja dari luas atap yang dimanfaatkan untuk PLTS ini sudah berkontribusi mengurangi polusi,” info Menteri ESDM.

Tak hanya gedung perkantoran, perumahan pun bisa memasang PLTS Atap yang on- grid dengan jaringan listrik PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN.

Melalui peraturan ini, masyarakat juga bisa membayar tagihan istrik lebih murah melalui “ekspor-impor” listrik dengan PLN. Besaran penghematan berbeda- beda tergantung pada kapasitas daya yang dihasilkan serta besaran penggunaan listrik keseluruhan. Selain memberikan peluang masyarakat dalam pemanfaatan energi terbarukan yang ramah ingkungan, kebijakan Pemerintah ini bertujuan untuk mengingkatkan peran energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional, percepatan peningkatan pemanfaatan energi surya, mendorong pengembangan bisnis dan industri panel surya, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

Daya yang dihasilkan dari PLTS Atap nantinya akan otomatis memotong tagihan listrik artinya surplus daya yang dihasilkan panel solar roof top akan di ekspor ke PLN berupa offset untuk tagihan biaya listrik bulan berikutnya. PLN akan membayarkan 100% surplus daya listrik yang dihasilkan panel solar roof top sesuai dengan regulasi yang ada. Dengan demikian tagihan listrik akan menjadi lebih murah.

SISTEM KERJA PLTS ATAP